tech blog, analysis, and comment
Game

The Evil Within, Mendefinisikan Kembali Genre Survival Horror

The Evil Within, Mendefinisikan Kembali Genre Survival Horror
Shinji Mikami mengumumkan akan merilis game horror teranyarnya yang bertajuk The Evil Within. Game ini disebut-sebut akan mengembalikan kejayaan genre survival horror.

Jika ditanya game survival horror terbaik apa yang pernah saya mainkan? Saya akan menjawab Resident Evil 3. Waktu itu, Resident Evil masih setia dengan temanya: zombie, puzzle dan atmosfer post-apocalypse yang menegangkan.

Namun franchise Resident Evil kehilangan daya tariknya setelah memasuki seri keempat. Musuh utama di seri ini bukan lagi zombie, tapi orang-orang desa yang terjangkiti parasit yang disebut Plaga. Orang-orang yang terinfeksi tersebut diberi nama Ganados. Mungkin Ganados ini terinspirasi oleh The Craziesnya George A. Romero. Walaupun masih mengusung genre survival horror, game ini sudah tidak lagi menampilkan puzzle-puzzle yang menggelitik otak.

Kemudian muncul seri-seri Resident Evil lainnya yang terlalu fokus ke action sehingga mengaburkan kesan horror yang semula menjadi tema utama Resident Evil. Tentu saja Resident Evil selalu menyenangkan untuk dimainkan, namun sebagai penikmat survival horror, saya sebetulnya merindukan perasaan ketika pertama kali bermain sebagai Jill Valentine di Raccoon City.

Shinji Mikami, pencipta seri Resident Evil, mungkin mendengar keluh kesah para penikmat survival horror seperti saya ini. Baru-baru ini, Mikami mengumumkan akan merilis game horror teranyarnya yang bertajuk The Evil Within (di Jepang dikenal dengan nama Psycho Break). Game ini disebut-sebut akan mengembalikan kejayaan genre survival horror.

Game ini dikembangkan oleh Tango Gameworks dan dipublikasikan oleh Bethesda Softwork.

Menurut Mikami, The Evil Within lebih fokus pada bertahan hidup dan diburu, bukan mencari siapa dalangnya. Sang karakter utama, Sebastian memang memilik pistol, namun senjata tersebut bukan faktor utama untuk bertahan hidup. Mikami menambahkan, berbagai perangkap akan banyak terdapat sepanjang permainan, pemain bisa menggunakan perangkap-perangkap tersebut untuk mengalahkan musuh. Tentu saja pistol juga bisa digunakan, namun permainan akan di set sehingga peluru tidak akan banyak tersedia.

“Saya ingin pemain lebih menggunakan strategi dengan menggunakan perangkap dan benda-benda lain di sekitarnya daripada menembaki musuh dengan pistol”, tambah Mikami.

The Evil Within rencananya akan diporting ke PC, PlayStation 3, Xbox 360, dan PlayStation 4. Jika tidak ada perubahan game ini akan rilis tahun 2014. Menurut Mikami, sistem inti telah selesai dikerjakan, mudah-mudahan tidak lama lagi kita akan segera bisa menikmati genre survival horror ini.

AreaTeknologi.com