tech blog, analysis, and comment
Software

10 Software Alternatif Gratis dan Open Source Untuk Anda Yang Ingin Menghemat Anggaran

10 Software Alternatif Gratis dan Open Source Untuk Anda Yang Ingin Menghemat Anggaran
Software open source dan gratis buat anda yang ingin menghemat anggaran IT di perusahaan anda.

Mungkin perusahaan anda yang sedang berkembang itu mampu membeli Microsoft Windows asli, namun bagaimana dengan aplikasi-aplikasi pendukung lainnya? Jika anda pemilik sebuah usaha kecil menengah dan budget di bidang IT khususnya perangkat lunak sangat tipis dan tiris, mungkin sebaiknya mempertimbangkan beberapa alternatif gratis dan open source berikut ini.

1. Office Suite

Microsoft Office memang sudah menjadi bagian dari Windows. Hampir semua pengguna Windows menginstall Microsoft Office. Tapi tahukah anda Microsoft Office ternyata menguras budget anda? Microsoft Office Office Home and Student 2013 untuk 3 user dijual sekitar 900 ribu hingga 1 juta rupiah.
Libre Office
Alternatif: Libre Office
Libre Office adalah Office suite alternatif Microsoft Office. Di dalamnya terdapat Writer alternatif Word, Calc alternatif Excel, Impress alternatif Powerpoint, Draw alternatif Visio, dan Base pengganti Access. Libre office mampu membuka format Microsoft Office. Menu dan fungsi juga mirip. Dan yang paling penting anda tidak mengeluarkan sepeser pun untuk menggunakan Libre Office.

2. Image Editor

Biasanya kita yang di rumah-rumah masih bisa menggunakan program bajakan Photoshop. Hampir semua orang mengenal Photoshop, program editor buatan Adobe ini menjadi andalan professional dan para hobbyist. Tapi jika perusahaan agency anda membutuhkan photoshop, siap-siaplah pusing menguras anggaran. Photoshop CS6 retail dijual seharga sekitar 10 juta rupiah.
GIMP
Alternatif: GIMP
GIMP atau GNU Image Manipulation Program adalah alternatif open source atau anda boleh menyebutnya alternatif gratisannya Photoshop. Ok tampilannya memang tidak seintuitif photoshop dan kebiasaan-kebiasaan anda di photoshop tentu harus berubah di GIMP ini. Namun begitu, GIMP mampu melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh photoshop.

3. 3D Graphics Editor

3D Graphics Editor yang terkenal adalah Autodesk 3Ds Max (dulu namanya 3D Studio Max). Software ini dijual dengan kisaran harga 34 juta hingga 40 juta rupiah.
Blender
Alternatif: Blender
Namanya memang seperti alat rumah tangga. Tapi Blender ini software 3D open source mumpuni yang tidak kalah dengan software 3D komersil. Sebagai gambaran, video berikut ini dibuat menggunakan blender.



4. Sound Editor

Dulu sebelum dibeli Adobe dan berubah nama menjadi Adobe Audition, saya sering menggunakan Cool Edit. Adobe audition merupakan editor sound profesional multitrack yang bisa digunakan untuk merekam suara di studio rekaman. Adobe Audition dijual seharga $350 atau sekitar 3,5 juta rupiah.

Alternatif: Audacity
Audacity memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan Adobe Audition, memiliki fitur multitrack dan filter-filter suara lainnya. Dan yang paling penting Audacity boleh diunduh secara gratis karena lisensi open sourcenya.

5. Vector Graphics Editor

Di bidang ini, mungkin Adobe Illustrator dan Corel Draw adalah 2 aplikasi vector editor yang paling tenar. Namun sayangnya harganya tidak murah, di Bhinneka, hingga tulisan ini diturunkan, Adobe Illustrator CS5 dijual seharga Rp. 6.090.000.

Alternatif: Inkscape
Inkscape menawarkan banyak fitur mirip Corel Draw dan Adobe Illustrator, namun tentu saja dengan cara dan metodenya sendiri. Antar muka Inkscape memang tidak sebaik AI atau CDR, tapi pantas menjadi pilihan alternatif jika mempertimbangkan faktor anggaran. Waktu belajar Inkscape relatif pendek jika anda familier dengan AI atau CDR.

6. CAD (Computer Aided Design)

Anda yang bergelut di bidang teknik, terutama yang berkaitan dengan rancangan pasti mengenal Autocad. Namun Autocad terkenal tidak murah. Satu kopi Autocad LT 2013 for Windows untuk 1 PC dibandrol dengan kisaran 11 juta hingga 14 juta rupiah.

Alternatif: QCad
QCad merupakan aplikasi open source alternatif pengganti Autocad yang paling mirip. Fitur-fiturnya pun serupa. Jika perusahaan kontraktor anda membutuhkan solusi murah penggan Autocad, tidak ada salahnya mencoba QCad.

7. Email Client

Bagi anda yang bekerja di kantoran atau menginstall Microsoft Office, tentu mengenal Microsoft Outlook yang biasanya sudah dibundel bersama dengan Microsoft Office. Namun bagaimana jika anda tidak menggunakan Microsoft Office?

Alternatif: Mozilla Thunderbird
Ok, saya setuju Mozilla Thunderbird tidak memiliki organizer selengkap Microsoft Outlook. Namun dengan fungsionalitas yang sama seperti POP3, IMAP, RSS Reader, dan cukup ringan diinstall di PC yang tidak terlalu canggih, Mozilla Thunderbird layak dijadikan alternatif.

8. Web Design

Pertama kali menggunakan Adobe Dreamweaver saya terpukau dengan toolsnya yang begitu kaya. Membuat website menjadi mudah tanpa harus melihat kode yang memusingkan. Tapi semua kemudahan itu harus dibayar mahal, seharga sekitar 5 juta rupiah.

Alternatif: Google Web Designer
Belum lama ini Google meluncurkan produk teranyarnya, Google Web Designer. Tools gratis ini memungkinkan anda membuat disain web dari mulai halaman biasa, banner HTML5, hingga animasi dengan CSS3. Google Web Designer memang masih versi beta, namun potensi tools ini menjadikan Web Designer layak menjadi pilihan.

9. Compression Tools

Mungkin saking sudah terbiasanya, banyak user yang belum tahu jika WinRAR adalah sebetulnya aplikasi berbayar (shareware). WinRAR ini terbilang unik, ketika versi trial WinRAR berakhir, pengguna akan disuguhi peringatan agar kita membeli lisensinya, tapi sebetulnya jika anda membiarkannya, WinRAR anda akan tetap bisa digunakan seperti biasa. Tapi bagi perusahaan yang ketat akan penggunaan software bagi karyawannya, WinRAR versi trial mungkin tidak akan diizinkan.

Alternatif: 7zip
Tentu saja selalu ada alternatif yang murni gratis seperti 7zip. 7zip mampu mengekstrak file RAR, ZIP, ISO, dan banyak lagi. Jika anda sering mendownload film, dan dibagi menjadi beberapa part, tentu anda akan sering menggunakan 7zip ini.

10. DVD Burner

Saya setuju jika Nero adalah burner terbaik yang pernah ada. Tapi di versi-versi terbarunya Nero terlalu banyak fitur dan instalasi tidaklah sesederhana dulu. Ketika menginstall Nero, kebanyakan user hanya mengklik next hingga instalasi selesai. Pilihan default adalah instalasi tipikal Nero yang didalamnya terlalu banyak aplikasi terinstall dan membuat PC jadi semakin terbebani.

Alternatif: Burn Aware Free
Walaupun banyak sekali alternatif burner gratis pengganti Nero, saya suka dengan Burn Aware Free. Anda bisa membuat audio CD, membakar data CD/DVD, membuat film DVD dan BluRay, anda juga bisa menyimpannya menjadi file ISO. Selain Burn Aware Free, banyak pilihan lain seperti: Deep Burner Free, Jet Bee Free, Infra Recorder, dan yang terakhir coba tebak… Nero Kwik Burn, versi gratis dan ringan dari Nero buat anda penggemar berat Nero.

AreaTeknologi.com