tech blog, analysis, and comment
Mobile

SMS Penyelamat Nyawa di Swedia

SMS Penyelamat Nyawa di Swedia
Swedia mempunyai cara cepat menangani orang-orang yang terkena serangan jantung dengan SMS

Mungkin anda bertanya-tanya kenapa sms bisa menjadi penyelamat nyawa, mengingat sms sering dituding sebagai biang kecelakaan lalulintas di indonesia.

Swedia mempunyai cara cepat menangani orang-orang yang terkena serangan jantung dengan SMS dan beberapa ribu sukarelawan.

Sebuah program yang bernama SMSlifesaver, berhasil mengumpulkan orang-orang yang akan dilatih Cardiopulmonary resuscitation atau biasa dikenal dengan CPR. Saat warga Stockholm menekan layanan panggilan darurat nomor 112, secara otomatis sms akan dikirim pada sukarelawan yang berada dalam radius 500 meter dari penderita gagal jantung. Kemudian sang sukarelawan tiba dilokasi tepat pada saat-saat genting untuk melakukan penyelamatan dengan methode CPR. Tingkat keselamatan penderita serangan jantung akan berkurang 10% setiap menit yang diambil untuk merespon dan datang ke lokasi.

“Layanan gawat darurat yang tradisional, khususnya ambulan – yang mana mereka mempunyai masalah dengan daerah-daerah di Stockholm”, ujar Dr. Marten Rosenqvist seorang profesor kardiologi dan juga juru bicara kelompok sukarelawan. “Pertama, mereka jumlahnya tidak banyak, kedua, padatnya lalulintas di Stockholm, dan ketiga team layanan gawat darurat sedang disibukkan dengan pekerjaan lainya seperti membawa pasien ke ruangan gawat darurat atau membawa pasien ke rumah sakit lain.”

Dengan terbatasnya jumlah ambulan, rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh sukarelawan SMSlifesaver menjangkau sang pasien sebelum ambulan datang kurang lebih 8 menit, dengan tingkat keberhasilan 54%.

Melalui kombinasi cara ini, tingkat keberhasilan dalam menyelamatkan pasien serangan jantung antara 3% sampai mendekati 11% pada akhir dekade ini. Pejabat daerah juga memasukkan polisi dan pemadam kebakaran untuk merespon panggilan darurat serangan jantung, namun demikian sukarelawan SMSlifesaver secara rutin sudah berhasil sampai ditempat sebelum polisi, team pemadam kebakaran dan ambulan layanan gawat darurat.

Baru-baru ini sebanyak 9600 warga stockholm terdaftar sebagai sukarelawan SMSlifesaver dan berencana untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam program ini. Diperkirakan 200.000 orang telah berhasil menyelesaikan pelatihan CPR dan berpotensi untuk ikut dalam program ini.

Di Amerika Serikat, jasa layanan sukarelawan darurat sudah ada sejak beberapa waktu lalu, khusunya di daerah padat penduduk, Rosenqvist menyebut program ini sebagai “A world unique project” atau proyek unik dunia, karena hampir semua materi program yang diajarkan pada para sukarelawan juga diajarkan pada team emergency medical technician (EMT), dan yang diajarkan tidak hanya sertifikasi CPR tapi juga tindakan emergency lainnya. Khusus untuk materi training SMSlifesaver adalah dengan memanfaatkan alamat rumah para sukarelawan agar tercipta radius respon darurat yang lebih dekat.

Pejabat kesehatan di daerah lain, seperti di Skotlandia, juga mempertimbangkan program yang berplatform komunitas ini untuk diterapkan penderita gagal jantung di Skotlandia.

Lalu, bagaimana dengan di Indonesia? Apakah program seperti ini juga akan diterapkan?

← Berita Berikutnya

Berita Sebelumnya →

AreaTeknologi.com