tech blog, analysis, and comment
Innovation

Jika Ilmuwan NASA membuat kostum Halloween

Jika Ilmuwan NASA membuat kostum Halloween
Untuk Halloween tahun ini, Mark Rober memasang 2 iPad, satu di bagian dada dalam kaos yang sudah dilubangi dan satunya lagi di belakang yang juga sudah dilubangi.

Dua tahun yang lalu, Mark Rober adalah insinyur di laboratorium Jet propulsi milik NASA di daerah pasadena California. Sebagian dari tim berkutat dalam pembangunan kendaraan Curiosity dalam proyeknya di planet Mars. Nah, untuk Helloween, Mark Rober memasang 2 iPad, satu di bagian dada dalam kaos yang sudah dilubangi dan satunya lagi di belakang yang juga sudah dilubangi. Kemudian dia mengaktifkan kedua kamera iPad baik yang didepan maupun yang dibelakang agar terlihat seperti dia memiliki lubang ditengah badannya.

Seketika jutaan pasang mata melihat videonya mark Rober di youtube, dan dia menjelaskan cara kerja kostum tersebut, dan terciptalah sebuah lapangan pekerjaan baru.

Pada tahun 2012, saat waktu luang, Rober dan beberapa temanya meluncurkan Digital Dudz, mereka menciptakan aplikasi smartphone untuk helloween dan menjualnya beserta kaos tersebut seharga 29 dollar pada orang-orang yang suka dengan ide orisinil Rober, tapi si Rober tidak menjual iPads. Pelanggan juga mendapatkan petunjuk bagaimana caranya menempelkan smartphone mereka dengan lakban dalam kaos Digital Dudz dan cara melubangi kaos agar gambar jantung yang berdetak bisa telihat jelas. Sepertinya kreasi ini tidak ada hubungannya dengan produk yang berkaitan dengan bidang keilmuwannya yaitu rocket.

Dalam sebulan, digital dudz berhasil meraup untung sebesar 250.000 dollar dalam penjualannya dan mendapat sambutan hangat dari calon pelanggannya. Bagi Rober yang berumur 33 tahun, ini adalah insiden yang menggembirakan. “saya tidak menyebut diri saya sebagai wirausahawan,” jelas Rober. “saya belum bisa merasakan bekerja untuk diri sendiri.” Namun demikian dengan cepat dia mengambil kesempatan ini dengan menjual Digital Dudz pada pembuat kostum asal inggris Morphsuits di musim panas ini, dimana pembuat kostum ini sudah menciptakan bisnis sandang full body spandex. Dan Rober juga memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya untuk bergabung di Morphsuits dengan jabatan pegawai kreatif. “saya sudah bicara dengan teman saya di NASA,” jelas Rober. ”Mereka mengatakan bahwawa mereka mendukung atas apa yang saya ciptakan, dan mereka juga tetap akan menerima saya kembalijika saya ingin kembali bekerja untuk NASA.”

Bisnis sedang tumbuh, kata dia. Sebelum bergabung di Morphsuits, Rober menjual kostumnya secara online dengan mengandalkan pembuat kostum lokal dan pengerjaanya di lakukan di rumah. Tahun ini, kostumnya sudah dilengkapi kantong yang di jahitkan didalam kaos dan sudah dijual di toko-toko penyedia kostum pesta dan toko-toko khusus di seluruh amerika. Kaos tersebut tetap berteknologi rendah tapi tidak membutuhkan lakban.

Digital dudz rupanya sudah mulai populer. Dalam salah satu segmen tentang desain baru di Today jum’at pagi, dimana terdapat kostum helloween yang menggunakan iPhone sebagai salah satu alat untuk menciptakan efek yang mengerikan, dengan adegan saat, seorang teman berpura-pura memukul teman lainnya di punggung dan aplikasi tersebut membuat si pemakai seperti jeroannya di cerabut. Dua minggu sebelum helloween Rober mengatakan bahwa penjualannya naik 400% dari tahun lalu.

Sekarang Rober mencoba berekspansi dengan lebih baik lagi. Awal tahun ini, Rober sedang berembug dengan pihak Walt Disney untuk menciptakan kostum dengan model augmented reality superhero-superhero komik Marvel, dan berencana mulai menjualnya pada tahun 2014. Selain itu Rober juga mulai mengerjakan beberapa tema berseri yang bernama “ugly Christmas Sweater” untuk proyek selanjutnya di tahun ini.

Kaos berteknologi yang bertujuan murni untuk estetika belum meluas di pasaran, terang Michael Moriarty yang menggunakan teknologi yang dapat di gunakan produk dari AT Kearne. “ jika anda melihat seluruh teknologi, kita memulainya dengan sesuatu yang bisa membuat kita kikuk yang pada akhirnya terdistribusi ke masyarakat,” katanya. “bisa jadi saya punya 100 aplikasi di smartphone saya, tapi yang jadi pertanyaan adalah, apakah anda mau teknologi tersebut terpasang di celana anda?”

Teknologi yang bisa di kenakan, termasuk kacamata pintar dan jam pintar, akan menjadi industri seharga 19 milyar dollar pada tahun 2018, ini berdasarkan berdasarkan dari laporan yang diterbitkan oleh Juniper Research. Dan pastinya teknologi bukan hanya sekedar untuk pamer pada teman dan orang lain kan?

Menciptakan teknologi yang langsung diterapkan pada pakaian dengan tujuan menghasilkan efek visual, masih sangat mahal, kata Rober. Namun demikian dia memperhitungkan pendekatan yang lebih sederhana. “ baju ini bukan baju yang ingin anda pakai seminggu tiga kali,” lanjutnya. “tapi jika anda ingin keluar rumah dan menciptakan suatu trend, kami rasa ini ada pasarnya sendiri.”

← Berita Berikutnya

AreaTeknologi.com