tech blog, analysis, and comment
Mobile

Ketika Teknologi Merambah Seni Rajah

Ketika Teknologi Merambah Seni Rajah
Baru-baru ini google sedang mencoba mengeksplorasi seni rajah-merajah yang juga menyatu dengan microphone dan detektor anti bohong kedalam kulit sang pemilik tato.

Di masa depan, seni merajah kulit atau tato bukan hanya sekedar ekspresi sebuah seni.

Baru-baru ini google sedang mencoba mengeksplorasi seni rajah-merajah yang juga menyatu dengan microphone dan detektor anti bohong kedalam kulit sang pemilik tato. Minggu lalu, perusahaan Motorola yang sebagian besar sahamnya sudah di beli Google memasukkan patent teknologi mereka di kantor hak paten Amerika Serikat atas teknologi tato yang bisa dipasangkan dengan smartphone, ini menjadikan teknologi makin dekat dengan kita.

Judul dari patent tersebut adalah “Coupling an Electronic Skin Tattoo to a Mobile Communication Device” atau merangkai alat komunikasi bergerak dengan tato elektronik”. Isi dari patent tersebut menjelaskan bahwa perangkat terletak pada leher pengguna dan bekerja layaknya perangkat microphone handphone tambahan. Karena perangkat tersebut sangat dekat dengan mulut sang pengguna, maka tato elektronik tersebut akan menghilangkan noise atau suara berisik dari lingkungan dan menghasilkan suara yang jernih.

Selain dilengkapi dengan transceiver, perangkat tersebut memungkinkan berkomunikasi nirkabel yang disandingkan dengan perangkat telepon bergerak. Ini berarti fasilitas voice command akan lebih mudah digunakan tanpa harus menekan tombol “bicara” saat melakukan perintah.

Tato ini juga bisa digunakan sebagai alat “lie detector”/pendeteksi kebohongan. Menurut sang pemilik paten, alat ini memiliki “kulit galvanic yang merespon resistensi kulit sang pengguna” dan juga menejelaskan bahwa pengguna yang gugup atau berbohong akan membuat kulit merespon kebohongan tersebut dibandingkan dengan orang yang percaya diri dan jujur.

Aplikasi dari paten tesebut juga menjelaskan bahwa tato elektronok ini mendapatkan supply tenaga dari baterai yang bisa diisi ulang atau dengan menggunakan teknologi panel surya, teknoligi capacitive, nanoteknologi atau elktro mekanik teknologi.

Dokumen paten tersebut tidak mengungkap bagaimana tato tersebut diaplikasikan, namun demikian dokumen tersebut menyebut bahwa tato tersebut melekat pada kerah atau terikat pada leher sang pengguna adalah salah satu pilihan bagi mereka yang tidak suka ada alat yang besentuhan dengan kulit pengguna. Lucunya, ada bagian dari paten yang tidak menyebutkan kata “remove” didalam dokumen.

Ketika dikonfirmasi, perusahaan perangkat telepon selular Motorola Mobility menolak memberi komentar terkait masalah pengajuan paten tersebut.

Kalau teknologi ini tersedia dipasaran, populasi ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) pasti akan bertambah, ketika sang istri menghubungi dan menanyakan sang suami berada dimana.

AreaTeknologi.com