tech blog, analysis, and comment
Green Tech

Mengubah Arus Air Menjadi Tenaga Murah Meriah

Mengubah Arus Air Menjadi Tenaga Murah Meriah
Pernahkah anda berpikiran untuk memiliki PLTA portable sendiri? Atau bagi anda yang sering melakukan aktifitas di alam terbuka pernahkah kesulitan mendapatkan sumber listrik sementara anda jauh dari sentuhan modernitas?

Pernahkah anda berpikiran untuk memiliki PLTA portable sendiri? Atau bagi anda yang sering melakukan aktifitas di alam terbuka pernahkah kesulitan mendapatkan sumber listrik sementara anda jauh dari sentuhan modernitas? Atau mungkin anda hanya bergantung pada power bank dan panel surya yang masa penggunaanya terbatas pada siang hari dan kerepotan membawanya karena dimensi yang terlalu besar?

Jika jawabannya “iya”, sekarang anda tidak perlu khawatir lagi, karena solusi sudah didepan mata anda.
Produk pembangkit listrik yang bernama Hydrobee mampu membangkitkan listrik hanya menggunakan arus air seperti PLTA portable.

Jika anda menggunakan panel surya untuk membangkitkan listrik, ada keterbatasanya dimana anda hanya mendapatkan listrik pada siang hari dan juga proses memanen cahaya matahari yang terganggu dengan awan tebal, pohon, dan bayangan pegunungan.

Pada Hydrobee anda hanya perlu dekat dengan sungai atau parit yang memiliki arus. Kelebihannya alat ini adalah bisa bekerja pada arus yang lemah sekalipun.

Hydrobee terdiri dari dua bagian. Pada inti bagian pertama terdapat wadah baterai berbentuk silinder yang bisa memuat 6 buah baterai jenis AA yang bisa rechargeable dengan ukuran 1.2 volt Nimh, USB port, dan baling-baling rotor pembangit yang terletak pada bagian atas bagian ini. wadah ini bisa dipasang pada bagian belakang atau depan pipa/selang yang terdapat pada bagian tengah wadah ini. kemudian pipa tersebut menyalurkan arus air yang akan memutar baling-baling turbin pembangkit.

Untuk tempat baterai sendiri terdapat pada bagian lain dari Hydrobee, yaitu badan penutup yang ramping. Karena alat ini mengapung pada permukaan arus air atau sungai (atau bisa juga diletakkan dibelakang perahu motor) dengan mengikatkan tali pengaman pada Hydrobee. Pada saat itu arus air akan memutar bilah baling-baling turbin pembangkit yang akan langsung mengisi baterai.
hydrobee-400x300

Menurut sang pembuat Hydrobee, Burt Hamner, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi 6 buah baterai AA adalah 2 jam dengan asumsi kecepatan arus air mencapai 6 km/jam. Baterai tesebut bisa dilepas dan kemudian bisa digunakan untuk merecharge gadget anda layaknya power bank

Saat ini Hamner sudah sampai pada tingkat pengerjaan prototype, dan sudah mendapatkan modal untuk meningkatkan produksi. Dengan 78 US$, anda bisa mendapatkan pack baterai dan bodi penutup. Untuk penjualan di tingkat eceran anda bisa mendapatkannya dengan harga 98 US$.

Produk pembangkit listrik portable ini memang bukan yang pertama, namun demikian jika dibandingkan dengan Hydrobee, pembangkit lain akan keliatan aneh jika dimasukkan kedalam tas backpackers anda, mengingat ukurannya yang terlalu besar. Dan harganya pun jauh lebih tinggi ribuan dollar dibandingkan dengan produk ini.

Warga Jakarta nampaknya akan sangat bersyukur sekali dengan alat ini, karena saat dilanda banjir dan mati lampu, anda tidak akan mati gaya gara-gara baterai handphone mati.

← Berita Berikutnya

Berita Sebelumnya →

AreaTeknologi.com