tech blog, analysis, and comment
Software

Akhir dari Embikan Online sang llama

Akhir dari Embikan Online sang llama
Masih kah anda ingat saat jenis file musik berextensi .mp3 keluar

Masih kah anda ingat saat jenis file musik berextensi .mp3 keluar, software pemutar lagu apa yang anda pakai? Untuk anda yang lahir pada tahun 80-an pasti tahu. Ya Winamp, winamp adalah software pemutar lagu yang sangat populer pada saat itu, kalau tidak ada Winamp dalam desktop PC kita serasa bakwan tanpa tauge.

Sayangnya pada akhir tahun ini, software yang mempunyai maskot llama ini secara resmi tidak akan mengupdate softwarenya terhitung tanggal 20 Desember 2013.

Demikian seperti yang dikutip oleh AOL dari situs Winamp.com, yang menyatakan :
“Winamp.com dan layanan web yang terkait tidak akan akan tersedia terhitung setelah tanggal 20 Desember 2013 dan juga Winamp Media Player tidak menyediakan layanan download…Terimakasih atas dukungannya pada Winamp selama lebih dari 15 tahun”

Namun demikian sejumlah cara mendapatkan musik online telah meningkat yang merupakan sebuah tantangan baru dalam ledakan musik online, para veteran penggemar musik online masih bisa bernostalgia dengan software pemutar musik yang pernah menjadi tonggak awal evolusi musik online.

Beberapa tahun yang lalu, salah satu pengembang dibelakang munculnya Winamp, Justin Frankel pernah menjelaskan bagaimana dan kenapa Winamp dibuat.

“Winamp adalah software yang merintis revolusi musik digital dan iTunes tidak akan eksis tanpa terobosan yang pernah mereka lakukan”, jelas Michael Robertson salah satu pioneer pemain musik online yaitu MP3.com. Lalu di menambahkan, “Mereka-mereka (pengembang) dibelakang Winamp adalah pioneer dan berhak atas ‘Hall of Fame’-nya musik.”

Jika Winamp terlalu jadul untuk anda, dan anda mungkin merasa bingung dengan gurauan tentang sang maskot llama yang sering dilontarkan di internet, gurauan ini dimaksudkan sebagai penghormatan terakhir terhadap Winamp.

Dalam video tersebut Frankel juga menjelaskan hubungan antar sang maskot llama dengan Winamp.

“Saya masih ingat secara jelas ketika mendemonstrasikan Winamp saat konfrensi puncak MP3 pertamakali dimana MP3.com sebagai tuan rumah dalam acara tersebut dan mengungkapkan kekagumannya atas keajaiban ‘coding-an’ mereka,” jelas Robertson.

Inilah embikan nyaring terakhir sang llama sebelum menutup support online mereka pada para user.

AreaTeknologi.com