tech blog, analysis, and comment
Game

Ketika Lirikan Mata Menjadi Pengendali Game

Ketika Lirikan Mata Menjadi Pengendali Game
Pernah bermimpi punya kemampuan tatapan mata yang bisa mengeluarkan semacam panas atau laser seperti Superman? Atau mungkin anda pernah berkhayal mempunyai kemampuan telekinesis seperti dalam film Carrie?

Pernah bermimpi punya kemampuan tatapan mata yang bisa mengeluarkan semacam panas atau laser seperti Superman? Atau mungkin anda pernah berkhayal mempunyai kemampuan telekinesis seperti dalam film Carrie?

Impian anda akan terwujud dalam bentuk game controller besutan dari pengembang game controller SteelSeries yang mempunyai kemampuan teknologi penjejak gerakan bola mata.

Selama ini produk Tobii, pelan tapi pasti terus mengembangkan dan menyempurnakan teknologi penjejak gerakan bola mata. Pada awal pengembangan teknologi penjejak gerak bola mata, baru di aplikasikan pada laptop. Dimana anda tidak perlu menggerakkan jemari lentik anda untuk memindah cursor.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya, teknologi ini memungkinkan dipakai pada versi game Eye Asteroid, dimana sang pengembang berhasil membuka kemungkinan pengendalian game dengan mata yang bekerja sama dengan perusahaan Rex peripheral. Dan sekarang teknologi tersebut akan mencoba dipasarkan dibawah naungan produk-produk SteelSeries.

Sayangnya sampai saat ini teknologi tersebut belum diberi nama, tapi yang jelas teknologi tersebut adalah hasil dari pengembangan produk teknologi yang bernama Tobii EyeX. Sebuah teknologi peripheral terbaru dan paling mutakhir yang mampu menjejak gerak bola mata.

Teknologi tersebut sudah dipegang sang pengembang pada bulan Maret dan akan dilepas di pasar online di websitenya Tobii dengan Harga $95.

Yang akan menjadi pertanyaan para gamer adalah, game apa saja yang cocok dan diuntungkan dari teknologi ini? Semuanya terserah sang developer game, namun demikan Tobii sudah mengklaim jika teknologi ini akan membuat gamer mempunyai pengalaman yang lebih mendalam dalam bermain game, terutama game first person shooter (seperti Call Off Duty) dan game-game strategi.

Dalam Game first person shooter, gamer cukup melirik pada objek yang dituju untuk mengarahkan senjata dan kemudian menekan tombol tembak.

Untuk role playing games, karakter non pemain bisa bereaksi pada tatapan mata dengan cara-cara yang berbeda seperti karakter non gamer yang pemalu akan menatap malu-malu atau karakter yang agresif akan menatap tajam mata sang gamer.

Selain itu Tobii juga menunjukkan kemampuan lainnya dimana lirikan mata gamer akan diartikan sebagai “niat”, contohnya, ketika anda sedang memainkan game sepak bola dimana anda sedang mendribble bola dan harus mengoper ke kawan (yang juga gamer), anda cukup melirik ke kawan gamer anda dan kawan anda akan mengerti “niat” anda untuk mengoper bola.

Sayangnya untuk produk terakhir ini belum ada tanda-tanda diumumkan tanggal penjualan dan harga satu unitnya.

Mudah-mudahan game developer indonesia bisa membuat game yang cocok dengan teknologi ini sekaligus menggunakan soundtrack game yang sesuai dengan teknologi ini, seperti lagunya A. Rafiq yang berjudul “Pengalaman Pertama”, karena lirik pertama berbunyi: “Lirikan Matamu Menarik hati…”

AreaTeknologi.com