tech blog, analysis, and comment
Innovation

Pengembangan Organ Sintetis.

Pengembangan Organ Sintetis.
Sebuah perusahaan rekayasa medis yang bermarkas di Boston, Amerika Serikat, Harvard Apparatus Regenarive Technology (HART)sedang mengembangkan trachea (batang tenggorokan) sintetis.

Sebanyak 120.000 pasien di Amerika Serikat yang masuk daftar tunggu dari para pendonor organ akan segera punya pilihan lain demi kesempatan hidup kedua.

Sebuah perusahaan rekayasa medis yang bermarkas di Boston, Harvard Apparatus Regenarive Technology (HART)sedang mengembangkan trachea (batang tenggorokan) sintetis, yang menurut ulasan MIT sebagai salah usaha yang akan berskala besar.

Lalu bagaimana caranya pembuatan trachea sintetis tersebut?

Menurut sang pembuat, trachea dibuat dengan menggunakan sel punca (stem cell)dari sang pasien itu sendiri yang diambil dari sumsum tulang belakang. Lalu kemudia sel tersebut dibiakkan dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari serat. Serat-serat yang tebalnya setara dengan 1000 kali lebar rambut manusia, kemudian akan digunakan untuk menciptakan tabung yang dibuat sesuai dengan ukuran organ sang pasien.

HART mengembangkan trachea buatan dalam laboratorium penelitian dan berencana untuk memindahkan usahanya kedalam fasilitas manufaktur. Pada tahun 2008, Teknologi HART untuk pertama kali bisa menanamkan batang tenggorokkan pada manusia, dan penelitian mutakhir perusahaan, sejauh ini sudah digunakan pada operasi transplantasi sebanyak 4 kali.

Suatu hari nanti keberhasilan ini akan membuka kemungkinan pembuatan organ-organ sintetis lainnya seperti ginjal dan katup jantung, demikian ulasan dari teknologi MIT.

Tidak hanya HART saja yang bisa mengembangkan jenis teknologi ini. September tahun lalu pembedahan juga dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seorang balita dengan menggunakan organ tenggorokan hasil cetak 3 dimensi. Cetak 3 dimensi juga telah digunakan untuk menciptakan organ lainnya seperti jaringan kulit, daun telinga bionic dan sel darah merah buatan.

AreaTeknologi.com