tech blog, analysis, and comment
Innovation

Kartu Nama Pintar

Kartu Nama Pintar
Namun ada terobosan baru yang dilakukan oleh TouchBase Technologies. Yaitu mengkombinasikan antara business card tradisional dengan teknologi informasi.

Teknologi tinggi lebih sering dipakai dalam menjalankan usaha atau bisnis, namun untuk memperluas jaringan kerja, kita lebih sering menggunakan insting dan cenderung menggunakan cara-cara konvensional.

Dalam memperluas jaringan bisnisnya seorang pendiri/pemilik perusahaan besar sukses lebih sering menggunakan kartu nama (business card) yang hanya berisi nama pribadi, perusahaan, dan alamat. Akan amat sangat ironis sekali apabila perusahaan tersebut tersebut adalah perusahaan yang berbasis teknologi informasi.

Namun ada terobosan baru yang dilakukan oleh TouchBase Technologies. Yaitu mengkombinasikan antara business card tradisional dengan teknologi informasi.

Produk kartu nama atau business card ini bekerja dengan cara menempelkan kartu nama tersebut ke layar smartphone. Kurang lebih cara kerjanya seperti cara kerja kartu jalan ketika kita melewati GTO (Gerbang Tol Otomatis).

Ini dimungkinkan karena dalan kartu nama tersebut sudah ada sikuit tinta konduktiv elektronik. Hanya dengan menempelkan kartu nama pada layar smartphone, dalam hitungan detik profil si empunya kartu sudah terkirim kedalam smartphone kita.

CEO TouchBase, Sai To Yeung menyadari bahwa Business Card tak mungkin tergantikan, karena ini adalah salah satu etika dalam berbisnis.

Memang dalam perkembangannya, pernah ada perusahaan teknologi yang mencoba mengganti kartu bisnis tradisional tersebut.

Contohnya Android Beam yang memungkinkan sesama pengguna smartphone bertukar kartu nama melalui Near Field Communication. Namun teknologi ini tak pernah di gunakan secara luas sebagai pengganti kartu nama yang tradisionil, salah satu sebabnya adalah tidak kompatible dengan pengguna iPhone.

Google juga pernah menutup Bump, yaitu teknologi yang mirip dengan aplikasi berbagi antar smartphone, dan QR yang dipakai malah membuat Business card terlihat kumuh dan jelek.

Dengan TouchBase card, informasi yang diberikan tidak terbatas pada apa yang secara fisik tercetak dalam kartu tersebut.

Karena hasil informasi dari tinta konduktiv dalam kartu akan mengarahkan pengguna pada profil digital sang pemilik kartu, termasuk foto, alamat e-mail, dan nomor telpon. Informasi profil digital juga bisa ditautkan pada Twitter, Linkedln, dan facebook.

Ini sangat kontras dengan teknologi pemindaian kartu dimana teknologi tersebut hanya bergantung pada gambar yang terdapat pada kartu.

Ini adalah salah satu cara agar tampilan dan bentuk sama seperti kartu nama biasa, namun jika anda ingin berbagi informasi lebih lanjut, kartu ini bisa memberikan lebih” jelas Yeung.

Pada dasarnya profil TouchBase berbasis Cloud, jadi anda bisa memperbaharui informasi kapan pun. Pemilik kartu pun bisa menjejak kartunya, dengan melihat siapa saja yang pernah membuka informasi ini melalui smartphone.

Sayangnya ada beberapa kemunduran dalam teknologi kartu ini. karena kartu ini hanya terbatas pada pengguna iPhone, 5S , 5C, dan informasi kartu tidak bisa dipindahkan dalam daftar kontak.

Selain itu, kartu ini juga tidak flexible, sehingga untuk penggunaan pada produk iPhone, pengguna harus melepas unit anti gores agar kartu bisa ditempelkan dan dibaca pada iPhone.

← Berita Berikutnya

Berita Sebelumnya →

AreaTeknologi.com