tech blog, analysis, and comment
Innovation

Aplikasi untuk Terapi Mata Rabun

Aplikasi untuk Terapi Mata Rabun
Dalam sepuluh tahun kedepan pasien rabun dekat akan meningkat 50%. Diperkirakan ini akibat penggunaan Ponsel pintar. Data ini di dapat dari pendiri klinik mata bernama Focus Clinic, David Allamby.

Dalam sepuluh tahun kedepan pasien rabun dekat akan meningkat 50%. Diperkirakan ini akibat penggunaan Ponsel pintar. Data ini di dapat dari pendiri klinik mata bernama Focus Clinic, David Allamby.

Permasalahan ini nampaknya akan bisa segera diatasi oleh ilmuwan neuroscientis dari Universitas California dengan menciptakan sebuah aplikasi yang membantu masalah penglihatan.

Aplikasi ini membantu mempertajam pandangan dan mendorong kemampuan penglihatan dalam cahaya temaram.

Alat ini bernama UltimEyes. UltimEyes adalah terapi pasien. Cara penggunaanya pun seperti game, dimana si pasien/penderita rabun diminta untuk meng-click target yang susah untuk di lihat.

Aplikasi ini didesain untuk menyambungkan dan membantu otak dalam memproses informasi yang di dapat dari saraf mata, teknik ini diberinama Neuroplasticity. Teknik ini menekankan pengguna, dalam hal positif, yaitu dengan sistem point.
Alatnya sendiri diproduksi oleh Carrot Neurotechnology, dimana alat ini bisa meningkatkan kemampuan melihat.

Seorang profesor psikologi Universitas California, Aaron Seitz mengatakan bahwa, “apa yang bisa saya lakukan adalah memulai penelitian dari sesuatu yang simpel, permasalahan ilmu pengetahuan yang mendasar, dan merubahnya menjadi video game dimana setiap orang bisa memainkannya serta berdampak pada dunia nyata”. Jelasnya dalam rilis video dari Universitas California Riverside.

Seitz juga melakukan percobaan sejauh mana efektivitas aplikasi ini pada 19 pemain baseball Universitas Calfornia Riverside. Dimana tiap atlit baseball diminta menggunakan alat UltimeEyes 30 kali dengan interval 25 menit sekali.

Hasilnya adalah ada peningkatan dengan rata-rata sebesar 31% di penglihatannya. Dari 19 pemain baseball, 7 diantaranya penglihatannya meningkat sebesar 20/7,5. Ini berarti mereka bisa melihat sejauh 20 kaki dibandingkan dengan orang normal yang hanya bisa melihat sejauh 7,5kaki saja. Hasil ini diterbitkan oleh jurnal Current Biology.

Kegagalan dalam memukul bola yang dilakukan oleh 11 pemain selama musim tanding antara tahun 2012 sampai dengan 2013, telah menurun sebanyak 4,4%. Jika dibandingkan dengan para pemain dalam Big West Confrence dimana rata-ratanya turun sebanyak 1 persen.

Kelebihan lainnya adalah sang atlit dilaporkan bisa melihat lebih baik dan kemampuan pandang pada sekelilingnya jadi meningkat. Selain itu, mata mereka juga tidak mudah lelah.

Para pengguna dengan gangguan penglihatan yang telah menggunakan UltimEyes setiap hari, mungkin lebih mudah melakukan aktifitas setiap harinya seperti membaca, menyetir dan menonton televisi.

“Dilihat dari hasilnya secara luas, membuat kita terdorong dan bersemangat, bahwa tiap orang yang hidupnya bergantung dari mata, termasuk atlit dan juga manusia dengan penglihatan normal maupun kurang normal, bisa melakukan kegiatan rutinnya” jelas Adam Goldberg CEO dari Carrot Neurotechnology.

Sayangnya aplikasi ini hanya cocok untuk iOS dan bisa didapatkan di Apple Store seharga 5,99 US Dollar.

← Berita Berikutnya

Berita Sebelumnya →

AreaTeknologi.com