tech blog, analysis, and comment
Innovation

Pesawat dengan Jendela Terluas

Pesawat dengan Jendela Terluas
Naik pesawat bila tidak duduk di samping jendela, kita tidak merasakan sensasi rasa terbang sebenarnya. Sementara ukuran dan jumlah tempat duduk di samping jendela terbatas.

Naik pesawat bila tidak duduk di samping jendela, kita tidak merasakan sensasi rasa terbang sebenarnya. Sementara ukuran dan jumlah tempat duduk di samping jendela terbatas.

Namun keinginan anda akan terpenuhi dengan hadirnya inovasi pesawat kelas bisnis berkecepatan supersonik besutan Spike Aerospace.

Dalam videonya digambarkan bagaimana dinding interior pesawat seluruhnya adalah tampilan video realtime dari pemandangan di luar. Video realtime ini membuat pengalaman baru terbang diatas dan menembus mega.

Menurut produsen pesawat ini, Spike Aerospace, selain menghadirkan pengalaman baru menembus mega, pesawat supersonik ini juga mampu terbang dengan kecepatan Mach 1,6 sampai dengan Mach 1,8 (1,6 s/d 1,8 kali kecepatan suara). Ini artinya jarak antara Los Angeles ke Tokyo yang biasanya ditempuh selama 5 jam, bisa ditempuh hanya 3 jam saja.


Karena dinding pesawat adalah display, memungkinkan para penumpang melakukan presentasi dalam pesawat dengan background pemandangan luar pesawat. Memang sang produsen Spike Aerospace tidak membeberkan detail tentang point ini, tapi setidaknya gambar tersebut sudah cukup menggambarkan bahwa display di dinding pesawat cukup interaktif. Dan memungkinkan melakukan aktifitas yang berkaitan dengan display seperti, bermain game, menonton film, dan lain sebagainya.

Terlepas dari semua kemampuan pesawat ini serta kemungkinan pengalaman virtual, bayangkan pemandangan yang akan anda lihat ketika pesawat secara perlahan naik ke ketinggian luas secara real time.

Memang anda tidak akan mendapatkan pengalaman tanpa bobot dan sensasi melayang seperti yang ditawarkan oleh Virgin Galactic. Namun demikian penggabungan antara virtual tourisme dan perjalanan keliling dunia akan menjadi skenario yang populer.

Unit pesawat Spike S-512 jet supersonik ini akan dibanderol dengan harga 80 juta US dollar dan akan memulai membelah angkasa dunia pada Desember 2018.

AreaTeknologi.com