tech blog, analysis, and comment
Misc

Mengatasi Website Busy di WordPress

Mengatasi Website Busy di WordPress

Mungkin yang punya website pernah mengalami tiba-tiba di situsnya tampil website busy dan di suspend, sehingga website tidak tampil. Tapi karena kita orang awam dan taunya cuma install wordpress terus nulis-nulis curhat disitu. Setelah menelepon penyedia hosting langganan kita, biasanya kata-kata mereka penuh teka-teki dan sama misteriusnya dengan naiknya harga BBM.

Mereka cuma bisa bilang:

  1. Anda terlalu banyak memakai memory dan prosesor
  2. Anda masih menggunakan shared hosting dan beban website anda memberatkan yang lain, sehingga kami suspend

Lalu ketika anda meminta saran:

  1. Anda menggunakan WordPress, coba pluginnya di matikan terlebih dahulu
  2. Coba ditunggu sebentar, mungkin nanti trafficnya turun sendiri
  3. Anda bisa coba mematikan plugin anda

Anda cuma bisa. Huh? Heh? Apa? Maksudnya?

Biasanya website ecek-ecek kita yang underdog ini tiba-tiba naik (istilahnya spike atau duri karena grafik traffic menunjukkan kenaikan tajam sehingga membentuk gambar duri) karena mungkin ada artikel atau konten yang disukai orang dan tiba-tiba tersebar luas melalui media sosial (kalo kata orang marketing, konten kita menjadi viral).

Traffic yang besar sudah jelas memakan banyak memori dan jatah kemampuan berpikir di prosesor tersita banyak. Kedua terminologi ini, prosesor dan memori sering disebut resources. Jika hosting anda menggunakan cpanel, bisa dilihat dari sidebar kiri yang menunjukkan CPU Usage dan Virtual Memori Usage. Jika keduanya tinggi, biasanya website anda sedang ramai lancar. Besar resources ini tentu ditentukan oleh penyedia hosting dan tergantung paket hosting yang anda pilih juga.

resources

Di paket shared hosting yang 1 CPU ramai-ramai mirip rumah susun, tentu saja penggunaan resources juga dipakai ramai-ramai sehingga ketersediaannya sangat dibatasi. Seperti juga rumah susun, shared hosting adalah paket yang paling terjangkau.

Tapi bukan berarti anda tidak bisa berhemat resources di website WordPress anda. Jika anda berhemat resources, anda mungkin bisa sedikit bertahan di tengah terpaan traffic yang tinggi.

Cache Website WordPress Anda

WordPress dibangun menggunakan PHP, bahasa pemrograman web yang paling populer hingga dicintai, dicerca, kemudian dicintai lagi. Tiap kali user me-request atau meminta akses sebuah halaman di website, webserver akan memberitahu penerjemah PHP untuk memprosesnya menjadi HTML baru kemudian dikirimkan ke user menjadi halaman yang dimaksud.
Proses penyusunan script PHP menjadi HTML ternyata memakan memori dan prosesor sehingga jika traffic tinggi, sudah bisa dipastikan website ecek-ecek anda bakal down seketika. Dengan caching halaman yang sudah diproses menjadi HTML tadi tidak dibuang dan disimpan untuk diakses lagi oleh user lain. Dengan cara ini, anda bisa berhemat resources.

Plugin caching rekomendasi

  • Hypercache. Sederhana, tanpa banyak opsi dan bekerja dengan baik tanpa harus repot. Rekomendasi untuk pemula.
  • WP Super Cache. Populer, fitur lengkap, cukup ribet bagi orang awam.
  • W3 Total Cache. Super lengkap, support memcached APC, opsi membingungkan. Namun bekerja maksimal jika anda memahami cara kerja caching

Pelitlah sama besar file gambar anda

Di Photoshop, anda bisa menggunakan opsi Save as for Web untuk men-tuning ukuran file anda. Untuk website, preset JPEG High dan opsi progressive akan memberikan waktu load yang lebih baik dengan tetap mempertahankan kualitas gambar. Dulu waktu smush.it masih ada, saya banyak mengkompress gambar dengan layanan itu.
Jika anda lebih menyukai plugin WordPress daripada photoshop, mungkin bisa mempertimbangkan untuk menginstall EWWW Image Optimizer

Tambahkan rules expire header di .htaccess anda

Dengan expire header, konten statik di website anda seperti gambar, CSS, javascript (js), icon, PDF, dan sejenisnya akan disimpan di browser pengunjung selama periode tertentu sehingga ketika pengunjung mengakses kembali, tidak perlu me-request dari server. Cukup mengambil kembali gambar yang disimpan tadi. Cara ini dikenal dengan browser caching atau client based caching.
File .htaccess biasanya terletak di public_html atau www anda. Buka cPanel, klik File Manager, centang Show Hidden Files. Edit .htaccess dan tambahkan rules berikut ini:

<FilesMatch "\.(ico|jpg|jpeg|png|gif|js|css|swf)$">
ExpiresDefault "access plus 2 hours"
</FilesMatch>

show_hidden
htaccess
rules

Kalau ada yang mau ditanyain, kebet di komen aja…

AreaTeknologi.com