tech blog, analysis, and comment
DIY / Recommended

Membuat Sendiri Proyektor Sederhana dengan Smartphone dan Kaca Pembesar

Membuat Sendiri Proyektor Sederhana dengan Smartphone dan Kaca Pembesar

Siap bikin prakarya lagi? Daripada main Candy Crush ngabis-ngabisin batere dan waktu, mendingan nyenengin si kecil di rumah dengan prakarya murah dan sederhana ini. Sebelum mulai, berikut ini adalah peralatan dan bahan-bahannya.

  1. Gunting. Biasanya di dapur ada, buat motong bumbu mie instan.
  2. Cutter. Kurang lebih Rp. 3.500 yang lumayanan
  3. Lem Putih. Merk Fox Stik banyak dijual di toko buku harganya Rp. 8.000.
  4. Kaca Pembesar diameter 90mm. Ada juga di toko buku merk Joy Art cuma Rp. 10.000
  5. Smart Phone 5.5″. Kalau belum punya jangan beli dulu, minjem aja, soalnya mahal.
  6. Karton Manila Hitam. Sekarang pasarannya Rp. 2.000
  7. Karton Duplex Yellow Board. Cari yang paling tebal, harganya Rp. 8.000
  8. Lem Tembak. Paling murah yang pernah kita lihat sekitar Rp. 25.000. Isi lemnya Rp. 1.000
  9. Penggaris besi 50 cm harganya Rp. 22.500. Pake yang plastik juga boleh.
  10. Gergaji besi untuk memotong gagang kaca pembesar. Kalau mau beli sama pegangannya budgetnya Rp. 50.000. Tapi pinjem tetangga juga ga papa kan.

Pada dasarnya, konsep proyektor ini sangat sederhana. Hanya sebuah kotak berbentuk balok di salah satu sisinya dilubangi dan di tempeli kaca pembesar.

Kemudian di dalamnya diberi dudukan untuk smartphone.

Sekarang mari kita mulai.

  1. Gambar Pola. Seperti bisa dilihat di gambar ini. Kita membuat 4 bagian terlebih dahulu. Karena sisi di depannya akan dilubangi dan ditempeli kaca pembesar, sehingga jika dibuat terpisah menurut kita akan lebih mudah.
  2. Potong sesuai pola dengan cutter dan penggaris. Hati-hati pake cutternya ya. Kalo dibawahya ada kaca lebih bagus, daripada ngebaretin lantai keramik ntar dimarahin bunda.
  3. Berilah lem untuk bagian dalam box. Ratakan lem dengan baik, sehingga karton manila dan lem duplex akan terekat dengan sempurna.

  4. Rekatkan karton manila hitam ke dalam bagian dalam box. Alih-alih karton manila hitam, anda juga bisa menggunakan pylox hitam. Waktu lebih cepat, namun biaya lebih mahal.
  5. Tunggu beberapa saat hingga lem mengering. Menurut petunjuk lem Fox, lem bisa merekat dengan baik setelah 10 hingga 20 menit.
  6. Setelah mengering potonglah karton manila hitam yang telah menempel dengan karton duplex tadi mengikuti bentuk pola box.
  7. Rekatkan tiap sudut bagian luar dan bagian dalam menggunakan lem tembak, ratakan, pastikan tidak ada cahaya masuk. Untuk mempermudah ketike melekat, rekatkan sementara dengan selotip.







  8. Potong gagang kaca pembesar dengan gergaji besi. Nggak susah kok ternyata. Sebentar juga dah kepotong.
  9. Untuk dudukan kaca pembesar, Buat pola kotak dengan ukuran yang sama dengan sisi box yang sebelumnya sudah kita buat. Kemudian gambar pola lingkaran kaca pembesar diatasnya. Supaya ada panduan titik tengah, buat garis diagonal.
  10. Potong pola lingkaran.

  11. Rekatkan kaca pembesar menggunakan lem tembak.
  12. Rekatkan dengan lem tembak bagian sisi kaca pembesar yang sudah dipasang tadi ke kotak yang sebelumnya sudah kita buat.


    Sekarang kita punya box seperti ini:

  13. Untuk tutupnya, buatlah pola di karton duplek dan rekatkan juga dengan karton manila hitam, supaya ruangan di dalam box benar-benar gelap. Tutupnya tidak perlu direkatkan. Idenya adalah supaya kita bisa meletakkan smartphone di dalamnya.

  14. Penampakan box yang sudah jadi

  15. Untuk membuat dudukan smartphone. Potonglah karton duplex sesuai bagan dan rekatkan dengan lem tembak.






  16. Masukan smartphone yang sudah diletakkan diatas dudukan ke dalam kotak proyektor. Setel video atau gambar. Jangan lupa, obyek yang melewati lensa cembung akan dipantulkan terbalik sehingga video harus di rotate terbalik atau yang paling mudah adalah membalik smartphone-nya. Kemudian tutup proyektornya dengan tutup yang sudah dibuat tadi.


  17. Untuk hasil terbaik, brightness dan contrast smartphone sebaiknya di set maksimum dan ruangan harus benar-benar gelap. Semakin terang smartphone, semakin baik menampilkan gambar.



Oh iya, Jika anda mengerjakannya bersama buah hati anda, jangan lupa dijelaskan tentang sains atau ilmu pengetahuan di balik proyek kecil ini, terutama tentang lensa cembung.

Oke, selamat mencoba. Jika ada pertanyaan atau saran, jangan ragu-ragu komen di sini, di facebook atau di twitter yah.

AreaTeknologi.com